Dialihkan Jadi Outsourcing, 150 Ribu Honorer K2 Terancam PHK

  • Bagikan
Honorer K2 kembali dibuat galau dengan masuknya dalam daftar pengalihan ke outsourcing.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ratusan ribu honorer K2 marah. Mereka masuk daftar pengalihan ke outsourcing dan sekitar 150 ribu honorer terancam PHK.

Pemimpin para honorer marah dengan terbitnya surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Nomor B/1971/SM.01.00/2022 tertanggal 7 Oktober 2022.

Alasannya karena honorer K2 masuk dalam daftar pengalihan ke outsourcing.

Ketua Forum Honorer K2 Tenaga Teknis Administrasi Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Melyani Kahar mengatakan munculnya surat KemenPAN-RB bahwa banyak jabatan yang salah dalam pendataan non-ASN memantik kemarahan mereka.

Betapa tidak, honorer K2 sudah senang masuk pendataan non-ASN. Hanya saja, kegembiraan itu segera lenyap dan berganti kegalauan.

“Kalau melihat surat tersebut kan tidak bisa dipukul rata dengan para honorer K2. Sejak awal honorer K2 itu sumber gajinya bukan dari APBN/APBD dan jabatannya ya di tenaga teknis administrasi,” kata Sean, sapaan akrab pentolan honorer K2 yang dikenal vokal ini, Selasa (11/10/2022).

Dia mengingatkan surat edaran (SE) soal penghapusan honorer yang dikeluarkan almarhum MenPAN-RB Tjahjo Kumolo. Di dalam SE itu disebutkan jika daerah masih membutuhkan tenaga honorer dari pengamanan, kebersihan, dan sopir bisa merekrut menjadi outsourcing.

Sementara, sejak honorer K2 ada, mereka sudah menduduki jabatan-jabatan tersebut.

“Pemerintah sudah tahu dari 300 ribu honorer K2 yang tersisa, terdapat 200 ribu lebih yang berada di jabatan tenaga teknis administrasi. Laahhhh, terus kenapa dikeluarkan surat pengalihan ke outsourcing?” serunya.

  • Bagikan